Waspada Flu Babi

April 28, 2009

flu-babi1Flu Babi (Swine Flue), dunia telah digemparkan oleh penyakit ini dan ramai orang membicarakannya. Dari wikipedia berbahasa Indonesia http://id.wikipedia.org/wiki/Flu_babi disebutkan bahwa Flu Babi merupakan kasus-kasus influenza yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Alur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai influenzavirus C atau subtipe genus influenzavirus A. Babi dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, memungkinkan virus tersebut bertukar gen dan menciptakan alur pandemik.

Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala penderita yang terkena virus ini pada umumnya mirip dengan flu biasa pada manusia, yaitu demam yang muncul tiba-tiba, batuk, nyeri otot dan kekakuan pada sendi, sakit tenggorokan, muntah-muntah dan diare, kelelahan yang berlebihan, serta kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian.

Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2 dan H2N3. Di Amerika Serikat, hanya subtipe H1N1 lazim ditemukan di populasi babi sebelum tahun 1998. Namun sejak akhir Agustus 1998, subtipe H3N2 telah diisolasi juga dari babi. Meski belum sampai ke Indonesia, namun kita harus mewaspadai virus flu babi yang telah merenggut puluhan nyawa di Meksiko. Pemerintah AS telah menyatakan wabah flu babi ini merupakan wabah yang serius. Wabah ini juga diyakini akan terus menyebar. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan, flu babi merupakan keadaan darurat kesehatan publik yang menjadi keprihatinan internasional. Flu babi ini mendatangkan resiko terbesar terjadinya pandemi berskala besar sejak wabah avian flu yang muncul kembali pada tahun 2003 lalu dan menewaskan 257 orang dari 421 penderita di 15 negara.

Tips Terhindar dari Flu Babi

Flu babi alias Swine Flu atau H1N1 setidaknya sudah menewaskan 149 orang di Meksiko dan pandeminya juga telah menyebar ke AS. Menurut Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P, MARS kepada wartawan di Makasar (25/4), pemerintah melakukan enam langkah untuk kesiapsiagaan mencegah H1N1. Enam langkah tersebut adalah :

  1. Mengumpulkan data dan kajian ilmiah tentang penyakit ini dari berbagai sumber
  2. Berkoordinasi dengan WHO utuk memantau perkembangan
  3. Membuat surat edaran kewaspadaan dini
  4. Melakukan rapat koordinasi dengan para kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di seluruh Indonesia untuk meningkatkankewaspadaan
  5. Berkoordinasi dengan Badan Litbangkes untuk kemungkinan pemeriksaan spesimen
  6. Berkoordinasi dengan Departemen Pertanian dan Departemen Luar Negeri untuk merumuskan langkah-langkah tindakan penanggulangan

Prof. Tjandra mengatakan virus H1N1 sebenarnya biasa ditemukan pada manusia dan hewan terutama babi, tetapi keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Begitu juga dengan virus flu burung H5N1 meskipun sama-sama virus influenza tipe A. Cara penularan flu babi melalui udara dan dapat juga melalui kontak langsung dengan penderita. Masa inkubasinya 3-5 hari. Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai seperti halnya terhadap flu burung. Menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, menutup hidung dan mulut apabila bersin, mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas, dan segera memeriksakan kesehatan apabila mengalami gejala flu adalah tahap awal menghindari flu babi.

One Response to “Waspada Flu Babi”

  1. d2 cute Says:

    berarti, kita harus juhin yayat dunk hehe…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: