IT Coffee Break

Icon

Obrolan Santai Anak-anak IT YAI

Jawaban PR Sirkit CPU-RAM-ROM

Diketahui :

Sebuah CPU dgn 16 bit alamat dihubungkan dengan 1 bh ROM 128×8 dan 5 bh RAM 512×8. Susun Pemetaan Alamat/Address,  sistem Pemetaan BUS dan sirkit CPU-RAM-ROM-nya.

Jawab :

a. Pemetaan Alamat/Address :

Pemetaan AD

b. Pemetaan BUS :

Pemetaan BUS

c. Sirkit CPU-RAM-ROM :

SirkitRAMROM

Filed under: Organisasi Komputer

Rangkaian/Sirkit CPU-RAM-ROM

Dalam bahasan instruksi telah dipahami cara bekerjanya ALU, register, dan Memori dalam mengeksekusi sebuah instruksi.

Pemahaman bagaimana Prosesor membaca alamat dari sebuah Cache atau RAM maka harus didahului dengan penguasaan bagan tentang: Decoder, RAM dan ROM.

Rangkaian CPU-RAM-ROM dapat digambar apabila telah disusun peta pengalamatan memori dan peta sistem bus.

RAM, Bagan dan Fungsinya :

imageorkom901

Read port      : untuk mengkatifkan operasi baca (load).

Write port      : untuk mengkatifkan operasi tulis (store).

Data port       : untuk keluara dan masuknya data.

CS1 port        : select chip, untuk mengkatifkan bila RAM ini akan menerima perintah : baca/tulis, sedang RAM lain tidak.

CS2 port        : select chip, untuk mengkatifkan bila alamat pada  RAM ini akan menerima perintah baca/tulis, sedang RAM lain tidak. Negative edge, selalu aktif pada pulsa negative.

ADn7..n0       : untuk membaca alamat (ADDRESS 8-bit)

128×8 RAM     : RAM dengan kapasitas 128 byte alamat dan lebar data 8-bit

ROM, Bagan dan Fungsinya :

imageorkom902

Karena sifat ROM yang read only maka tidak terdapat  write port.

CS2 port selalu memiliki nilai keballikan dari CS2 pada RAM

Decoder, Bagan dan Fungsinya :

Sifat decoder memiliki masukan n buah dan memiliki keluaran 2 pangkat n, oleh karena itu decoder digunakan sebagai komponen pemilih RAM yang akan diaktifkan.

imageorkom903

Contoh soal :

Bila Diketahui sebuah CPU dengan 16-bit alamat akan di hubungkan dengan 1 buah ROM 256×8 dan  4 buah RAM 128×8, susun:

a. pemataan alamat,

b. pemetaan sistem bus,

c. rangkaian CPU-RAM-ROM

JAWAB:

a. Pemetaan alamat

Pedoman :

  • alamat RAM selalu dimulai dari LSB (dari alamat terendah 0000)
  • alamat ROM selalu dimulai dari MSB (dari alamat tertinggi FFFF)
  • RAM ukuran 128 byte memiliki 128 baris alamat yang dimulai dari 0 hingga 127 (128 = 27, dalam biner 7-bit mulai dari 000 0000 – 111 1111)
  • ROM ukuran 256 byte memiliki 256 baris alamat yang dimulai dari 0 hingga 255 (256 = 28, dalam biner 8-bit mulai dari 0000 0000 – 1111 1111)

Tabel Pemetaan alamat :

imageorkom904

b. Pemetaan Sistem Bus

Pedoman :

  • Bila alamat dari table jawaban a dikelompokkan dan nilai 0 dan 1 diubah menjadi x maka akan diperoleh sejumlah x dengan panjang n-bit yang merepresentasikan kapasitas RAM (warna merah).
  • Bit di depan deret x tadi pasti akan membentuk formasi :00,01,10,11 (warna hijau – bila hanya terdapat 4 buah RAM  atau kurang dari 4, 000,001,010,011, 100, 101, 110, 111 bila hanya terdapat 8, 7, 6, atau 5 buah RAM.
  • Formasi ini akan menunjukkan pilihan RAM saat sebuah alamat akan di akses.

Pilihan RAM ini dapat menggunakan Decoder 2×4, atau 3×8, atau 4×16, dst.

imageorkom906
c. Sirkit CPU-RAM-ROM

Langkah 1:

Gambarkan CPU dgn port alamat16-bit, port data 8-bit, port write, dan port read :

imageorkom907

Langkah 2:

Gambarkan Decoder 2×4 di bawah bit-8 dan bit-7 dari CPU,lalu hubungkan dengan garis :

imageorkom908

Langkah 3:

Gambarkan 4 buah RAM dan 1 buah ROM dalam 1 kolom lurus di bagian sisi kiri CPU :

imageorkom908
Langkah 4:

Hubungkan dengan garis tiap output dari ke tiap RAM :

imageorkom910

Langkah 5:

Hubungkan port RD dan WR dari CPU ke semua port yang sama pada RAM, beri bulatan kontak pada tiap sambungan :

imageorkom911

imageorkom912

Langkah 6:

Hubungkan port data D0 sd D7 ke semua port data pada RAM dan ROM (sisi kanan RAM dan ROM) :

imageorkom913
Langkah 7:

Hubungkan port data AD0 sd AD6 ke semua port data pada RAM dan ROM (sisi kanan RAM dan ROM) :

imageorkom914

Langkah 8:

Hubungkan CPU dengan port alamat AD7 ke port  yang sama pada ROM, pada port AD8 ROM diberi nilai 1 (lihat tabel sistem bus) :

imageorkom915
Langkah 9:

Hubungkan port AD15..AD9 dari CPU ke semua RAM pada port CS2 :

imageorkom916
Langkah 10:

Negasikan (NOT) port AD15..AD9 dari CPU, lalu hubungkan ke port CS2 pada ROM :

imageorkom917

Silahkan download materi orkom pertemuan X-XII dalam bentuk file pdf. ☺

Filed under: Organisasi Komputer

Usulan Proyek Penelitian

BI1Proposal diperlukan bila seseorang mengajukan judul kepada pembimbing atau kepada universitas atau tugas usulan mengajukan proyek.

Langkah-langkahnya :

  1. Judul atau Topik proyek tersebut dirumuskan dengan jelas dan singkat.
  2. Tujuan dan Kegunaan proyek serta ruang lingkup persoalan yang akan dicakup, persoalannya dirumuskan, kalau mungkin dalam bentuk hipotesa. Bentuknya :
    • BAB I – Pendahuluan, isinya :
      • Latar belakang yang menjadi motivasi si penulis untuk melakukan percobaan/proyek.
      • Rumusan masalah percobaan/proyek.
      • Tujuan dan manfaat dari percobaan/proyek tersebut.
    • BAB II – Landasan Teori (Tinjauan Pustaka), isinya :
      • Kutipan-kutipan dari literatur yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan yaitu memuat konsep-konsep teori yang digunakan sebagai kerangka atau landasan untuk menjawab masalah percobaan atau proyek yang akan dilaksanakan.
  3. Research Design dan Metode pengumpulan data, bentuknya :
    • BAB III – Bahan dan Metode
      • Bahan : ………………………….
      • Metode : Diawali dengan uraian data yang akan diteliti antara lain berkaitan dengan sumber (primer, Sekunder), selanjutnya dijalankan metode yang digunakan.
  4. Waktu pelaksanaan percobaan/proyek : bisa dimasukkan sebagai lampiran.
  5. Organisasi : pihak-pihak yang terlibat langsung dalam proyek.
  6. Anggaran Biaya.
  7. Daftar Pustaka.

Filed under: Bahasa Indonesia

ROM – Read Only Memory

ROMThere is a type of memory that stores data without electrical current; it is the ROM (Read Only Memory) or is sometimes called non-volatile memory as it is not erased when the system is switched off.

This type of memory lets you stored the data needed to start up the computer. Indeed, this information cannot be stored on the hard disk since the disk parameters (vital for its initialisation) are part of these data which are essential for booting.
Different ROM-type memories contain these essential start-up data, i.e.:

  • The BIOS is a programme for controlling the system’s main input-output interfaces, hence the name BIOS ROM which is sometimes given to the read-only memory chip of the mother board which hosts it.
  • The bootstrap loader: a programme for loading (random access) memory into the operating system and launching it. This generally seeks the operating system on the floppy drive then on the hard disk, which allows the operating system to be launched from a system floppy disk in the event of malfunction of the system installed on the hard disk.
  • The CMOS Setup is the screen displayed when the computer starts up and which is used to amend the system parameters (often wrongly referred to as BIOS).
  • The Power-On Self Test (POST), a programme that runs automatically when the system is booted, thus allowing the system to be tested (this is why the system “counts” the RAM at start-up).

Given that ROM are much slower than RAM memories (access time for a ROM is around 150 ns whereas for SDRAM it is around 10 ns), the instructions given in the ROM are sometimes copied to the RAM at start-up; this is known as shadowing, though is usually referred to as shadow memory).

Types of ROM

ROM memories have gradually evolved from fixed read-only memories to memories than can be programmed and then re-programmed.

ROM

The first ROMs were made using a procedure that directly writes the binary data in a silicon plate using a mask. This procedure is now obsolete.

PROM

PROM (Programmable Read Only Memory) memories were developed at the end of the 70s by a company called Texas Instruments. These memories are chips comprising thousands of fuses (or diodes) that can be “burnt” using a device called a ” ROM programmer“, applying high voltage (12V) to the memory boxes to be marked. The fuses thus burnt correspond to 0 and the others to 1.

EPROM

EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory) memories are PROMs that can be deleted. These chips have a glass panel that lets ultra-violet rays through. When the chip is subjected to ultra-violet rays with a certain wavelength, the fuses are reconstituted, meaning that all the memory bits return to 1. This is why this type of PROM is called erasable.

EEPROM

EEPROM (Electrically Erasable Read Only Memory memories are also erasable PROMs, but unlike EPROMs, they can be erased by a simple electric current, meaning that they can be erased even when they are in position in the computer.

There is a variant of these memories known as flash memories (also Flash ROM or Flash EPROM). Unlike the classic EEPROMs that use 2 to 3 transistors for each bit to be memorised, the EPROM Flash uses only one transistor. Moreover, the EEPROM may be written and read word by word, while the Flash can be erased only in pages (the size of the pages decreases constantly).

Lastly, the Flash memory is denser, meaning that chips containing several hundred mega octets can be produced. EEPROMs are thus used preferably to memorise configuration data and the Flash memory is used for programmable code (IT programmes).

The action involving reprogramming of an EEPROM is known as flashing.

Artikel ini diambil dari : http://en.kioskea.net/contents/pc/rom.php3

Berikut ini referensi lain mengenai ROM, diambil dari : http://www.pcguide.com/ref/ram/typesROM-c.html

Read-Only Memory (ROM)

One major type of memory that is used in PCs is called read-only memory, or ROM for short. ROM is a type of memory that normally can only be read, as opposed to RAM which can be both read and written. There are two main reasons that read-only memory is used for certain functions within the PC:

  • Permanence: The values stored in ROM are always there, whether the power is on or not. A ROM can be removed from the PC, stored for an indefinite period of time, and then replaced, and the data it contains will still be there. For this reason, it is called non-volatile storage. A hard disk is also non-volatile, for the same reason, but regular RAM is not.
  • Security: The fact that ROM cannot easily be modified provides a measure of security against accidental (or malicious) changes to its contents. You are not going to find viruses infecting true ROMs, for example; it’s just not possible. (It’s technically possible with erasable EPROMs, though in practice never seen.)

Read-only memory is most commonly used to store system-level programs that we want to have available to the PC at all times. The most common example is the system BIOS program, which is stored in a ROM called (amazingly enough) the system BIOS ROM. Having this in a permanent ROM means it is available when the power is turned on so that the PC can use it to boot up the system. Remember that when you first turn on the PC the system memory is empty, so there has to be something for the PC to use when it starts up.

While the whole point of a ROM is supposed to be that the contents cannot be changed, there are times when being able to change the contents of a ROM can be very useful. There are several ROM variants that can be changed under certain circumstances; these can be thought of as “mostly read-only memory”. :^) The following are the different types of ROMs with a description of their relative modifiability:

  • ROM: A regular ROM is constructed from hard-wired logic, encoded in the silicon itself, much the way that a processor is. It is designed to perform a specific function and cannot be changed. This is inflexible and so regular ROMs are only used generally for programs that are static (not changing often) and mass-produced. This product is analagous to a commercial software CD-ROM that you purchase in a store.
  • Programmable ROM (PROM): This is a type of ROM that can be programmed using special equipment; it can be written to, but only once. This is useful for companies that make their own ROMs from software they write, because when they change their code they can create new PROMs without requiring expensive equipment. This is similar to the way a CD-ROM recorder works by letting you “burn” programs onto blanks once and then letting you read from them many times. In fact, programming a PROM is also called burning, just like burning a CD-R, and it is comparable in terms of its flexibility.
  • Erasable Programmable ROM (EPROM): An EPROM is a ROM that can be erased and reprogrammed. A little glass window is installed in the top of the ROM package, through which you can actually see the chip that holds the memory. Ultraviolet light of a specific frequency can be shined through this window for a specified period of time, which will erase the EPROM and allow it to be reprogrammed again. Obviously this is much more useful than a regular PROM, but it does require the erasing light. Continuing the “CD” analogy, this technology is analogous to a reusable CD-RW.
  • Electrically Erasable Programmable ROM (EEPROM): The next level of erasability is the EEPROM, which can be erased under software control. This is the most flexible type of ROM, and is now commonly used for holding BIOS programs. When you hear reference to a “flash BIOS” or doing a BIOS upgrade by “flashing”, this refers to reprogramming the BIOS EEPROM with a special software program. Here we are blurring the line a bit between what “read-only” really means, but remember that this rewriting is done maybe once a year or so, compared to real read-write memory (RAM) where rewriting is done often many times per second!

Note: One thing that sometimes confuses people is that since RAM is the “opposite” of ROM (since RAM is read-write and ROM is read-only), and since RAM stands for “random access memory”, they think that ROM is not random access. This is not true; any location can be read from ROM in any order, so it is random access as well, just not writeable. RAM gets its name because earlier read-write memories were sequential, and did not allow random access.

Finally, one other characteristic of ROM, compared to RAM, is that it is much slower, typically having double the access time of RAM or more. This is one reason why the code in the BIOS ROM is often shadowed to improve performance.

Filed under: Dunia Komputer, Pengantar Informatika

Pembukaan UUD 1945

garuda-pancasilaPEMBUKAAN UUD 1945

      • Makna Pembukaan
        • Sumber dari motivasi dan aspirasi perjuangan bangsa Indonesia.
        • Sumber dari cita hukum dan cita moral.
        • Yang mempunyai nilai :
          • Universal, dijunjung tinggi bangsa-bangsa di dunia.
          • Lestari, mampu menampung dinamika masyarakat dan akan tetap menjadi landasan perjuangan bangsa (sepanjang setia kepada proklamasi 17 Agustus 1945). Read the rest of this entry »

Filed under: Pendidkan Kewarganegaraan

Resume Jawaban Kuis PP

garuda-pancasila

  • Dasar Hukum Pendidikan Pancasila :
  1. UU No.2 Thn 1989 dan atau UU No.20 Thn 2003 tentang Pendidikan Nasional
  2. SKPT Dirjen Dikti No.38/Dikti/Kep/2002
  • Isi dari SK tersebut :
  1. Visi Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi : ” Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya selaku warga negara yang Pancasilais”
  2. Misi Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi : ” Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nilai-nilai dasar Pancasila serta kesadaran berbangsa, bernegara dalam menerapkan ilmunya secara bertanggung jawab terhadap kemanusiaan”
  3. Kompetensi Pendidikan Pancasila, bertujuan : ” Untuk menguasai kemampuan berpikir, bersikap rasional dan dinamis, berpandangan luas sebagai manusia intelektual, serta mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk : mengambil sikap bertanggung jawab sesuai hati nuraninya, mengenali masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya, mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan Iptek, memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa guna menggalang persatuan Indonesia.
  • Tugas utama BPUPKI yaitu mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, hasil sidang-sidangnya tertuang dalam butir-butir Pancasila.
  • Aturan-aturan yang dipakai setelah runtuhnya kerajaan Majapahit dan masuknya agama Islam adalah 5 peraturan yang berupa larangan yang terkenal dengan istilah MOLIMO, yaitu :
  1. Dilarang MATENI (membunuh)
  2. Dilarang MADON (berzina)
  3. Dilarang MAIN (berjudi)
  4. Dilarang MALING (mencuri)
  5. Dilarang MABOK (minum-minuman keras)
  • Arti filsafat secara etimologi : cinta kebijaksanaan dan rasa ingin tahu secara mendalam.
  • Arti filsafat secara terminologi : pandangan hidup dan ilmu pengetahuan yang mendalam.

Filed under: Pendidkan Kewarganegaraan

Basis Data Bab 1 – Pendahuluan

1. Data dan Informasi

  • Data merupakan nilai (value) yang turut merepresentasikan deskripsi dari suatu objek atau kejadian (event).
  • Informasi merupakan hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
  • Data lebih bersifat historis, sedangkan informasi mempunyai tingkatan yang lebih tinggi, lebih dinamis, serta mempunyai nilai yang sangat penting.

2. Sistem Informasi

  • Sistem Informasi (SI) adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur dan pengendalian untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan.
  • Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah sekumpulan elemen yang saling berhubungan, saling berinteraksi dan berkerjasama antara berbagai bagian dengan cara-cara tertentu untuk melakukan fungsi pengolahan data, pemasukan data, dan menghasilkan keluaran berupa informasi yang berguna dan mempunyai nilai nyata, sebagai dasar pengambilan keputusan, mendukung kegiatan manajemen dan operasional dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada bagi proses tersebut guna mencapai tujuan organisasi.

3. Komponen Sistem Informasi

  • Hardware : CPU, Disk, Terminal, Printer
  • Software : Sistem operasi, sistem basis data, program aplikasi
  • Personil : Operator sistem, Penyedia masukan, Pengguna keluaran
  • Data : Data yang tersimpan dalam jangka waktu tertentu
  • Prosedur : Instruksi dan kebijaksanaan untuk mengoperasikan sistem

4. Basis Data

  • Basis Data adalah suatu kumpulan data terhubung yang disimpan secara bersama-sama dalam suatu media, yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, dan dengan software untuk melakukan manipulasi untuk kegunaan tertentu.
  • Operasi Dasar Basis Data :
    • Create database
    • Drop database
    • Create table
    • Drop table
    • Insert
    • Retrieve/Search
    • Update
    • Delete
  • Pemanfaatan Basis Data :
    • Salah satu komponen penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi
    • Menentukan kualitas informasi : akurat, tepat waktu dan relevan
    • Mengurangi duplikasi data (data redundancy)
    • Hubungan data dapat ditingkatkan
    • Manipulasi terhadap data dengan cepat dan mudah
    • Efisiensi penggunaan ruang penyimpanan
  • Penerapan Basis Data :
    • Tidak ada sistem informasi yang bisa dibangun tanpa adanya basis data.
  • Kriteria Basis Data :
    • Bersifat data oriented dan bukan program oriented
    • Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa mengubah basis datanya
    • Dapat berkembang dengan mudah, baik volume maupun strukturnya
    • Dapat digunakan dengan cara berbeda-beda
    • Kerangkapan data minimal

5. Sistem Manajemen Basis Data

  • Merupakan perangkat lunak yang didisain untuk melakukan penyimpanan dan pengaturan basis data.
  • DBMS juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama, pemaksaan keakuratan data, dll.

6. Mengapa menggunakan DBMS?

  • DBMS diperlukan untuk :
    • Independensi data dan akses yang efesien
    • Mereduksi waktu pengembangan aplikasi
    • Integritas dan keamanan data
    • Administrasi keseragaman data
    • Akses bersamaan dan perbaikan dari terjadinya crash

7. Peranan Basis Data dalam pengembangan SIM

  • SIM berperan sebagai sistem karena mempunyai ruang lingkup yang relatif lebih luas dan lebih kompleks. Sedangkan sistem basis data merupakan subsistem karena menjadi bagian dan berada di dalam SIM.
  • Sistem basis data adalah sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lain dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam di dalam suatu organisasi.
  • Keberadaan sistem basis data di dala SIM adalah mutlak. SIM tidak akan terwujud tanpa melibatkan basis data.

Sistem Basis Data sebagai Infra Struktur SIM

Filed under: Basis Data