Tujuan mahasiswa datang ke kampus untuk mengikuti kuliah pastinya adalah untuk mendapatkan ilmu. Akan tetapi seringkali dijumpai dosen sebagai pengajar dan pembimbing tidak berhasil ‘menghipnotis’ mahasiswa untuk ‘pay close attention’ terhadap materi kuliah yang diberikannya. Mahasiswa tidak dapat memahami materi dikarenakan tidak bisa mengikuti pola pengajaran dari dosen tersebut. Seberat apapun materinya, menurut saya akan terasa lebih cepat dicerna dan dipahami oleh mahasiswa bila sang dosen mampu menciptakan atmosfir yang nyaman dan interaktif. Lalu bagaimana kita menyikapi dosen yang “tidak berkualitas” alias tidak mampu meng-up grade kemampuan mahasiswa tersebut? Kita sebagai mahasiswa tentunya harus bersikap kritis yang positif dan kreatif. Harus banyak menggali informasi dari luar kampus dan tak perlu ragu-ragu lagi mengaku bodoh dan amatir, agar kita terpacu untuk terus menimba ilmu yang sebanyak-banyaknya. Akan tetapi kita tak boleh berdiam diri, apabila setelah beberapa kali pertemuan kita tidak mendapatkan apa-apa kecuali prosentasi kehadiran 10% yang dapat mempengaruhi IP, apalagi terhadap dosen yang jarang hadir dan hanya mampu “bercurhat ria” kepada anak didik nya.
Filed under: Santai Yuk..
Flu Babi (Swine Flue), dunia telah digemparkan oleh penyakit ini dan ramai orang membicarakannya. Dari wikipedia berbahasa Indonesia http://id.wikipedia.org/wiki/Flu_babi disebutkan bahwa Flu Babi merupakan kasus-kasus influenza yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Alur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai influenzavirus C atau subtipe genus influenzavirus A. Babi dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, memungkinkan virus tersebut bertukar gen dan menciptakan alur pandemik.
Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala penderita yang terkena virus ini pada umumnya mirip dengan flu biasa pada manusia, yaitu demam yang muncul tiba-tiba, batuk, nyeri otot dan kekakuan pada sendi, sakit tenggorokan, muntah-muntah dan diare, kelelahan yang berlebihan, serta kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian. Read the rest of this entry »
Filed under: Pengetahuan Umum

- Dasar Hukum Pendidikan Pancasila :
- UU No.2 Thn 1989 dan atau UU No.20 Thn 2003 tentang Pendidikan Nasional
- SKPT Dirjen Dikti No.38/Dikti/Kep/2002
- Visi Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi : ” Menjadi sumber nilai dan pedoman penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya selaku warga negara yang Pancasilais”
- Misi Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi : ” Membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nilai-nilai dasar Pancasila serta kesadaran berbangsa, bernegara dalam menerapkan ilmunya secara bertanggung jawab terhadap kemanusiaan”
- Kompetensi Pendidikan Pancasila, bertujuan : ” Untuk menguasai kemampuan berpikir, bersikap rasional dan dinamis, berpandangan luas sebagai manusia intelektual, serta mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk : mengambil sikap bertanggung jawab sesuai hati nuraninya, mengenali masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya, mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan Iptek, memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa guna menggalang persatuan Indonesia.
- Tugas utama BPUPKI yaitu mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, hasil sidang-sidangnya tertuang dalam butir-butir Pancasila.
- Aturan-aturan yang dipakai setelah runtuhnya kerajaan Majapahit dan masuknya agama Islam adalah 5 peraturan yang berupa larangan yang terkenal dengan istilah MOLIMO, yaitu :
- Dilarang MATENI (membunuh)
- Dilarang MADON (berzina)
- Dilarang MAIN (berjudi)
- Dilarang MALING (mencuri)
- Dilarang MABOK (minum-minuman keras)
- Arti filsafat secara etimologi : cinta kebijaksanaan dan rasa ingin tahu secara mendalam.
- Arti filsafat secara terminologi : pandangan hidup dan ilmu pengetahuan yang mendalam.
Filed under: Pendidkan Kewarganegaraan