Tentunya kita mafhum pertanyaan tersebut sangatlah terbuka akan pelbagai kemungkinan pendekatan. Namun demikian setidaknya kita dapat sepakat mengenai hal ini, yakni bahwa pertanyaan di atas sungguh bernuansa filosofis, dan karenanya belum ada seorang fisikawan pun yang sanggup menjawabnya secara definitif. Namun berikut inilah sekelumit pendapat, yang tentunya belumlah merupakan suatu jawab akhir.

Setidaknya terdapat dua kategori jawaban yang bisa diajukan, meski tidak tepat sama dengan kategorisasi konvensional yakni fisika klasik dan fisika kuantum. Pertama yang disebut dengan ‘aliran klasik’,1 yakni mereka yang berpendapat bahwa alam semesta bisa dicerna secara matematis karena hal tersebut telah merupakan sifat ontologisnya. Para filsuf Yunani kuno mungkin berpendapat bahwa hal ini dikarenakan sang Logos (logos) itu sendiri bersifat akal (logis). Kiranya inilah yang dimaksudkan oleh Pythagoras ketika berfatwa:’The whole thing is a number”.

Beberapa varian dari pendekatan tersebut kiranya bisa dicatat – meski tentunya tidak lepas dari bias persepsi pribadi penulis–, antara lain:

Read the rest of this entry »